KISAH HIDUPKU
Usiaku sekarang 11 tahun , aku adalah seorang anak-anak yang
berbeda dengan yang lainnya , aku mempunyai kekurangan sekaligus kelebihan
menurutku. Aku mempunya seorang papah dan seorang ibu, juga seorang kakak
perempuan yang selalu memotivasiku untuk memperjuangkan hidup karna hidup itu
anugrah terindah bagi semuanya …
Papahu adalh seorang pilot, sedangakan ibuku adalah seorang
pramugari, sejak kecil aku sangat mengidolakan papahku sendiri karna pekerjaan
papah adalah cita-cita yang aku inginkan.
Di usiaku yang sekarang seharusnya aku duduk di kelas 2 SMP
seperti anak-anak yang lainnya, tapi itu semua hanyalah mimpi bagiku, karena
aku hanya dapat tertidur di atas kasur yang beralaskan seprai kesayanganku
yaitu tokoh superhero SUPERMAN, di temani sebuah bantal dan 1 buah boneka yang
diberi oleh kakak ku boneka angry bird berwarna merah yang selalu kupeluk
kemana aku pergi, hmmm iya 1 lagi aku memiliki sebuah bantal guling yang sudah
lusuh…
Dunia ini terdapat kehidupanku , kehidupan yang penuh
perjuangan melawan musuh yang berada di tubuhku, deni orang-orang yang aku
sayangi..
Sejak umurku 4 tahun ibuku sering membawaku pulang pergi
masuk kesebuah rumah sakit, dulu aku tak mengerti apa yang sedang terjadi pada
diriku..ibuku hanya bilang dokter itu teman ku yang selalu ingin melihatku
tertawa, tersenyum tanpa beban dan pesakit, aku percaya kepada perkataan ibuku.
Dulu aku bersekolah di sebuah Taman Kanak-Kanak, tapi aku jarang sekali masuk
sekolah karna aku harus menemui teman ku yaitu dokter, aku bertanya pada ibu “
bu kapan aku pulang, kapan aku bias main lagi? Dokter kan udah ketemu sama aku,
tapi kenapa aku ga dibolehin pulang bu?” disitu aku dapat melihat expresi ibuku
yang sekejap redup menundukan kepala dan meneteskan air mata, tapi ibu
sekelibat menaikan kepalanya dan tersenyum kepadaku , ibuku bilang “sayang,
menginap disini dulu ya, nanti kita pulang sebentar lagi kalau kamu sudah pulih
sayang”disitu ku mulai menunjukan mimic muka yang ceria kembali.
Aku seorang anak yang ceria dan tidak pernah membebani apa
yang aku rasa waktu itu, padahal aku sangat merasakan sakit yang amat begitu
sakit bagiku..setiap hari hidungku mengeluarkan darah dan merasa kepalaku amat
sakit , pandangan pun sering terlihat tidak jelas, dan akupun sering sekali
tidak sadarkan diri, sekalinya aku bangun aku melihat orang tuaku sedang
menangis dan membangunkanku. Sekalinya aku bangun dengan senyuman agar mereka
dapat senyum kembali.
Itu semua tak berjalan dengan cepat, itu terus-menerus
menyerang tubuhku yang kecil, tapi aku selalu melawannya dengan kemampuanku,
tak mudah memang tapi kuyakin tuhan kan selalu membantuku dan do’a orang tua
akan selalu menyertai ku dan menguatkan hidupku, aku tidak pulang kerumah
selama 9 bulan, karna kondisiku yang ga stabil, aku sudah amat kenal dengan
dokter, suster, dan juga pasien yang ada disana , ruang-ruangan nya pun aku
sudah hafal seperti rumah sendiri …
Akhirnya akupun pulang ke rumah, aku sudah merasa sehat aku
lakukan lagi kebiasaanku yaitu sekolah, main dengan teman-teman, jalan-jalan,
dan lain-lain. Hampir 4 bulan aku merasakan kesehatanku, hingga suatu saat aku
bermain bola dengan temanku tiba-tiba tubuhku bergetar hebat, aku mimisan
kembali dan lagi-lagi aku tak sadarkan diri, bangun-bangun aku sedang di
kerumuni sekumpulan anak-anak dan guru-guru. Akupun tersemyum kepada mereka,
karna aku sangat tak tega melihat wajah mereka yang begitu sedih.
Aku bangun dari baringanku, aku pamit pulang kepada mereka
dan aku pulang dengan wajah yang ceria kembali. Saatku sampai rumahku ternyata
orang tuaku sudah tau tentang apa yang aku alami tadi karna mereka di telepon
oleh guruku, akupun berkata kepada mereka “ibu, papah jangan sedih deva ga
apa-apa buktinya deva pulang kerumah sendiri denan selamat dan sehatkan?”. Ibuku
yang sedang menangis langsung berbicara keras kepadaku “ga!! Kamu harus ikut
kami” dan papahpun menggendongku masuk kedalam mobil dan kamipun berangkat
kembali kesebuah rumah sakit.
Hahaha…. Aku tertawa meliahat dokter kembali sedang memakai
sebuah rambut palsu yang panjang seperti wanita, aku tertawa karena mana ada
wanita yang berkumis tebal ..
maaf ya cerita nya baru bisa di post segini tunggu kelanjutannya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar